Rakor DPD Hanura Prov Lampung Hadirkan Ketua KPU

Perwiraone.com Lampung — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi (Rakoor) bersama jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, Minggu (30/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Lantai 5 Hotel Santika Premiere, Jalan Yos Sudarso, Kota Bandar Lampung, menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus pembekalan bagi jajaran partai dalam menghadapi tahapan politik menuju Pemilu 2029.

 

Rakoor juga menghadirkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, Erwin Bustami, untuk memberikan pemahaman mengenai persiapan serta tahapan verifikasi partai politik berdasarkan ketentuan kepemiluan yang berlaku.

 

Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPD Partai Hanura Lampung AKBP (P) Nazaruddin, Sekretaris DPD Ade Sanjaya, S.AB., M.M., Bendahara DPD Agus Kartawinata, S.H., Dewan Penasehat DPD Faisal, S.Ag., serta jajaran pengurus DPC Hanura dari seluruh kabupaten/kota di Lampung.

 

Ketua DPD Hanura Lampung, AKBP (P) Nazaruddin, menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan DPC Hanura di 15 kabupaten/kota se-Lampung telah rampung.

 

Menurut Nazaruddin, penyelesaian struktur organisasi bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif, melainkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat konsolidasi, soliditas kader, serta kesiapan partai menghadapi agenda politik 2029.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua KPU Provinsi Lampung yang telah hadir secara langsung memberikan pembekalan kepada jajaran DPD dan DPC.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua KPU Provinsi Lampung yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pembekalan. Ini menjadi bekal penting bagi seluruh jajaran dalam mempersiapkan Hanura menghadapi tahapan Pemilu 2029,” ujar Nazaruddin.

 

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Lampung Erwin Bustami menekankan pentingnya kesiapan partai politik sejak jauh hari sebelum memasuki tahapan Pemilu 2029.

 

Menurutnya, seluruh persiapan harus mengacu pada regulasi serta ketentuan kepemiluan yang berlaku. Salah satu aspek penting yang terus dilakukan KPU adalah pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan.

 

KPU Provinsi Lampung telah menetapkan hasil rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026 dengan jumlah pemilih mencapai sekitar 6,78 juta.

 

“Dalam rangka menghadapi Pemilu 2029, merujuk pada regulasi dan ketentuan yang ada, KPU mulai dari sekarang memberikan gambaran mengenai tahapan persiapan, salah satunya melalui updating atau pemutakhiran data pemilih,” kata Erwin.

 

Erwin juga menyoroti perubahan karakter pemilih yang akan mewarnai Pemilu 2029, khususnya dari kelompok Generasi Alpha, Generasi Z, dan Generasi Milenial.

 

Perbedaan karakter, pola komunikasi, cara memperoleh informasi, serta preferensi politik antargenerasi menjadi tantangan tersendiri bagi partai politik. Perkembangan teknologi dan dinamika sosial menuntut organisasi politik untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

 

Karena itu, kekuatan partai tidak cukup hanya dibangun melalui struktur organisasi. Partai juga dituntut mampu menghadirkan komunikasi politik yang adaptif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Rakoor tersebut turut dihadiri Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Tanggamus, Herwinsyah, bersama jajaran pengurus, yakni Roli selaku Bendahara DPC dan Iwan Perwira selaku Ketua OKK DPC Partai Hanura Kabupaten Tanggamus.

 

Dalam kesempatan itu, Herwinsyah memperkenalkan jajaran kepengurusan sekaligus menegaskan kesiapan DPC Hanura Tanggamus menjalankan amanah organisasi dan memperkuat eksistensi partai di tengah masyarakat.

 

Herwinsyah menilai kepemimpinan di tingkat daerah harus dibangun atas dasar kepercayaan, keberanian memperjuangkan kepentingan rakyat, serta konsistensi dalam menjaga amanah.

 

«“Amanah dalam menjaga kepercayaan, berani memperjuangkan kebenaran, dan senantiasa berpihak kepada rakyat. Itulah komitmen kami dalam membesarkan Partai Hanura di Kabupaten Tanggamus, demi Indonesia yang sejahtera, berdaulat, dan penuh keadilan,” ujar Herwinsyah.»

 

Menurutnya, keberadaan Hanura di Tanggamus harus diterjemahkan melalui kerja nyata dan kedekatan dengan masyarakat. Struktur organisasi yang telah terbentuk harus menjadi kekuatan untuk bergerak dan melayani, bukan berhenti sebagai formalitas administratif.

 

Rakoor DPD dan DPC Hanura se-Lampung menjadi momentum untuk menyatukan arah gerak organisasi sekaligus memastikan seluruh jajaran memahami agenda serta persiapan menuju Pemilu 2029.

 

Rampungnya kepengurusan DPC di 15 kabupaten/kota menjadi modal awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap struktur benar-benar aktif, solid, dan mampu hadir di tengah masyarakat melalui kerja organisasi yang terukur, disiplin, dan konsisten.

 

Semangat itu sejalan dengan pesan Ketua Umum DPP Partai Hanura, Dr. Oesman Sapta:

 

«“Kader partai itu adalah mereka yang mau bekerja untuk menghidupi partai dan bukan mencari hidup di partai.”»

 

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kader Hanura dituntut menjadi pekerja politik yang mengutamakan kepentingan organisasi dan masyarakat, bukan menjadikan partai sebagai sarana kepentingan pribadi.

 

Bagi Hanura Lampung, konsolidasi menuju Pemilu 2029 bukan semata-mata tentang melengkapi struktur kepengurusan. Lebih jauh, konsolidasi menjadi momentum untuk menguji soliditas organisasi, mengukur komitmen kader, sekaligus membuktikan keberpihakan partai melalui kerja nyata bagi masyarakat.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan secara simbolis oleh Ketua DPD Partai Hanura Lampung, AKBP (P) Nazaruddin, kepada jajaran pengurus DPC.

 

Penyerahan SK itu menjadi simbol tuntasnya proses pembentukan struktur organisasi Hanura di tingkat kabupaten/kota sekaligus penanda dimulainya fase kerja politik yang lebih konkret di masing-masing daerah.

 

Suasana semakin semarak ketika seluruh jajaran mengikuti yel-yel Hanura sebagai bentuk penguatan semangat, kebersamaan, dan soliditas kader.

Momentum itu menegaskan satu pesan: struktur telah terbentuk, konsolidasi telah dimulai, dan kerja politik menuju Pemilu 2029 harus dibuktikan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.( Red**)

Tinggalkan Balasan